LPP Sugar Knowledge Center

Menuju Industri Gula Berdayasaing, Bermartabat, Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan.
 

Dalam budidaya tanaman tebu, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian utama adalah bahan tanaman, secara teknis lebih dikenal sebagai Bibit Tanaman Tebu.  Berbicara bibit, memberikan pengertian Varietasnya dan Jenisnya.    Varietas menyangkut Potensi Tanaman yang sesuai dengan lingkungan tertentu, sedangkan pengertian Jenis dimaksudnya macam atau metode penyiapan bibit tanaman itu sendiri.

 

Gambar 1.  Berbagai Jenis Bibit - (Sumber : BPM Seri Budidaya Tanaman Tebu, LPP 2013)

Berbagai Jenis Bibit, (Sumber : BPM Seri Budidaya Tanaman Tebu, LPP 2013)

 

Dalam program Swa Sembada Gula 2014, dinyatakan dengan jelas dan tegas tentang  strategi penataan bibit (dalam buku ditulis sebagai Benih Tebu), melalui upaya-upaya :

  1. Penyediaan bibit tebu :
    (a) berjenjang
    (b) kultur jaringan
  2. Penataan varietas sesuai tipologi daerah,
  3. Peningkatan pengawasan peredaraan bibit dan
  4. Pembentukan Forum Produsen Bibit

(sumber : Presentasi Swa Sembada Gula, Dit.Tan.Semusim – Ditjen Perkebunan Kementan RI, 24 Mei 2010)

 

Bibit tebu berasal dari 2 sumber, yaitu:

  1. konvensional dan
  2. kultur jaringan.

 

Bibit konvensional biasanya diambil dari bagian tanaman tebu bibit umur 6-7 bulan,  bentuknya beragam, mulai dari pucuk, bagal ( mata : 3, 2 atau 1), rayungan, topstek, budset, planlet, bud chip, hingga bentuk-bentuk lainnya, termasuk   salah satu metoda pembibitan yang saat ini sedang naik daun  disebut single bud planting (SBP). Bibit konvensional tidak bisa terbebas dari serangan hama dan penyakit karena proses produksi dilakukan sepenuhnya di lapang.

 

Sebaliknya, bibit kultur jaringan  bisa terbebas dari penyakit sistemik dan hama sehingga lebih sehat dan produktif.   Dengan teknik kultur jaringan atau kultur in-vitro, bagian tanaman seperti protoplas, sel, jaringan dan organ, ditumbuhkan dan diperbanyak dalam media buatan dengan kondisi aseptik dan terkontrol.  (sumber :   Bibit Tebu Kultur Jaringan | P3GI, 2013 – Aris Toharisman //// Artikel ini dimuat di Media Perkebunan Edisi Februari 2013)

 

Gambar 2. Plantlet Tebu, Jenis Kultur Jaringan untuk bahan Bibit Generasi (G0), (Sumber Bibit Tebu Kultur Jaringan | P3GI, 2013)

Gambar 2. Plantlet Tebu, Jenis Kultur Jaringan untuk bahan Bibit Generasi (G0) (Sumber Bibit Tebu Kultur Jaringan | P3GI, 2013)

 

Penggunaan bibit tebu yang ala kadarnya, bahkan terkesan asal-asalan, merupakan hal yang cukup membahayakan faktor keamanan dan pengamanan produksi gula nasional.  Apapun bentuk dan metode yang dipakai, yang utama adalah Sumber Bibit nya, idealnya melalui tahapan kultur jaringan (sejalan dengan strategi dalam SSG 2014 tsb).  Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa kecermatan dan ketelitian (seleksi mata – seleksi bahan bibit) dibarengi konsistensi pelaksanaan pemakaian  bibit – terutama kualitas mata (tunas, bud) mutlak diperlukan , termasuk pemahaman akan arti bibit yang sehat (terbebas dari sumber penyakit dan potensi hama). Selanjutnya dalam menetapkan Varietas apa yang akan dipilih, tetap menggunakan kriteria utama, mempunyai Potensi Produksi (Gula) yang tinggi, disesuaikan dengan tipologi setempat.  Contohnya ,  apabila dalam SOP dinyatakan : bahan tanam pada tanaman pertama menggunakan standar 7 atau bahkan 10 mata “tumbuh” per meter juringan, implementasinya adalah bukan sekedar “sudah” melaksanakan penanaman dengan standar 7 atau 10 mata “taruh” (tanpa pengamatan – tanpa seleksi – tanpa dipilih dan dipilah), perkara tumbuh atau tidak terserah alam.

 

Pada akhirnya, sebaik apaupun bibit yang dipergunakan, apabila pelaksanaan budidaya tanaman dilapangan masih meninggalkan kaidah-kaidah budidaya tanaman yang benar – sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman, akan berdampak pada hasil Produksi  yang jauh dari harapan.

 

 

The following two tabs change content below.

Gendhis Pethak

Cane Agronomist at LPP Yogyakarta

(komentar anda cermin pribadi anda, mari budayakan komentar dengan bahasa yang baik)
Untuk berdiskusi, tulis komentar dengan login di akun FB anda :

Categories

Web Stats


institutions and administrations