LPP Sugar Knowledge Center

Menuju Industri Gula Berdayasaing, Bermartabat, Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan.
 
Pemupukan Mekanis (Fertilizer Applicator)

Pemupukan Mekanis (Fertilizer Applicator)

Dari http://www.artikata.com/arti-325629-dosis.html, menjelaskan pengertian dosis, antara lain :  [1.]  Takaran, ukuran  obat untuk sekali pakai dalam jangka waktu tertentu,   [2.]  Fisiologi ,  jumlah energi atau tenaga yg diberikan oleh suatu unsure ion kepada suatu satuan massa bahan. Untuk tanaman berbicara dosis, selalu berkonotasi pada PUPUK (Dosis Pupuk),  Obat-obatan kimia (pestisida dsb), Pemberian air bahkan Pemberian tanah (bumbun dsb), yang apabila dipergunakan bahasa sederhana di lapangan lebih dekat ke pengertian TAKARAN, UKURAN, Jatah dsb.

 

Tulisan ini bermaksud  mengingatkan kita semua, khususnya para pekebun, hal-hal yang terkait dengan kegiatan tanaman tebu di lahan, dimana setiap kegiatan budidaya tanaman tebu tidak lepas dari pengertian dosis (takaran atau ukuran dsb), dan pada uraian kali ini saya mencoba lebih memfokuskan pada aplikasi pupuk dikaitkan dengan dosis yang seharusnya. Kita memahami bahwa dalam hubungannya dengan kesuburan tanah, terdapat 13 unsur hara yang diperlukan tanaman yaitu hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S) dan hara mikro (Fe, Mn, Zn, B, Cu,Cl, Mo) – (sumber http://sule-gratis.blogspot.com/2013/03).

 

Pemupukan Manual

Pemupukan Manual

Unsur hara tersebut dapat memelihara dan meningkatkan produksi tanaman, walaupun mungkin selama ini kita hanya akrab pada tiga pupuk utama Nitrogen, Phosphat dan Kalium, bahkan tidak jarang hanya mengganggap bahwa untuk tanaman tebu cukup hanya pupuk Nirogen saja, karena sasaran saya toh hanya bobot tebu semata.  Semuanya diberikan dalam bentuk anorganik, kenyataannya http://evagrow.weebly.com/pupuk-organik-atasi-masalah-degradasi-kesuburan menulis bahwa lebih dari 60% lahan sawah di pulau Jawa telah mengalami degradasi kesuburan tanah (fisika, kimia dan biologi) diindikasikan oleh rendahnya kandungan bahan organik (dibawah 1%). Dampak dari rendahnya kandungan bahan organik (BO) ini antara lain tanah menjadi keras dan liat sehingga sulit diolah, respon terhadap pemupukan rendah, tidak responsif terhadap unsur hara tertentu, tanah menjadi masam, penggunaan air irigasi menjadi tidak efisien serta produktivitas tanaman cenderung rendah dan semakin sulit untuk ditingkatkan.    Ini FAKTA yang ada !

 

Penentuan Dosis Pemupukan (anorganik ataupun organic) idealnya ditentukan atas dasar hasil analisa tanah,  plus diikuti analisa daun untuk mengetahui seberapa efektifkah aplikasi pemupukan yang dilakukan. Pemahaman pupuk berimbang bagi tanaman tebupun harus dipahami, mengingat hal tersebut ada kaitan bagi tanaman dalam proses fisiologisnya untuk memproduksi gula dalam batang tebunya, bukan hanya sekedar produksi biomas tebu semata (baca : Bobot doang). Bicara kuantitas adalah bobot, bicara kualitas adalah kandungan gula !   Kenapa perlu digaris bawahi, karena prinsip pemupukan adalah 6 tepat (Dosis, jenis, waktu, cara, tempat  dan harga), selalu dinyatakan pada setiap diskusi bahwa kami sudah melakukan sesuai SOP nya !  Pencatatan aplikasi pemupukan ini harus terekam secara akurat, sebagai bentuk pertanggung jawaban pengelola kebun kepada tanamannya, ini lho yang sudah aku berikan padamu kenapa koq penampilanmu begini saja . . . . . . . . seharusnya lebih baik dari ini ! wooouuuw !

The following two tabs change content below.

Gendhis Pethak

Cane Agronomist at LPP Yogyakarta

(komentar anda cermin pribadi anda, mari budayakan komentar dengan bahasa yang baik)
Untuk berdiskusi, tulis komentar dengan login di akun FB anda :

Categories

Web Stats


institutions and administrations