LPP Sugar Knowledge Center

Menuju Industri Gula Berdayasaing, Bermartabat, Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan.
 

Dalam proses pengolahan tebu menjadi gula kristal putih (white sugar) biasanya dijumpai aktivitas melebur kembali gula yang tidak sesuai dengan sasaran produk. Leburan gula yang berupa cairan (melt liquor) akan dikembalikan lagi ke proses untuk diproses ulang agar didapatkan kembali produk yang sesuai dengan permintaan konsumen dan baku mutu produk gula kristal putih.

 

gulaAda beberapa jenis gula yang dilebur kembali, gula tersebut biasanya berupa:

  • Gula debu yang diperoleh dari unit pengeringan gula.
  • Gula krikil atau gumpalan, gula ini terjadi oleh caking gula atau juga konglomerasi kristal gula akibat suhu, moisture dan kelembaban udara.
  • Gula reject, gula yang dikembalikan oleh konsumen karena tidak sesuai permintaan konsumen.

 

Kuantitas masing masing gula diatas tiap pabrik berbeda beda tergantung kinerja masing masing pabrik gula termasuk bahan baku.

 

Dalam proses peleburan gula diatas perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini agar tidak terjadi kehilangan sukrosa maupun pembentukan warna akibat proses peleburan. Berikut ini rule of thumb proses peleburan gula yang penulis dapatkan dari beberapa literatur:

  1. Sasaran brix larutan leburan gula (melt liquor) adalah 60%. Rein (2006) menyebutkan brix leburan sekitar 68% dengan suhu 75 C
  2. Suhu proses dan larutan leburan dipertahankan min 70 C. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi kerusakan sukrosa oleh aktivitas mikroba pada suhu yang lebih rendah
  3. Waktu tinggal alat peleburan (melter) 20-30 menit. Waktu tinggal yang cukup lama ini akan menghasilkan melter dengan volume yang cukup besar. Melter biasaya dibuat bertingkat dan tersusun atas 3 kompartemen dan tiap kompartemen dibantu dengan pengadukan. Larutan gula akan overflow dari kompartemen pertama ke kompartemen berikutnya.
  4. Proses peleburan dilakukan dengan menambahkan air panas pada suhu 70-85 C.
  5. Pemanasan melter dibantu dengan penambahan steam jenuh atau uap nira evaporator untuk jenis injeksi langsung (direct injection melter).

Steam jenuh atau uap nira ini akan berguna untuk membantu pengadukan dan pelarutan kristal gula yang berada disisi bawah tangki melter. Penggunaan steam dengan suhu diatas 118 C sebaiknya dihindari karena akan menyebabkan terjadinya karamelisasi sukrosa pada suhu mulai 118 C. pengunaan steam jenuh tekanan rendah maksimal 1 kg/cm2 akan mencegah destruksi sukrosa akibat proses karemelisasi. Sedangkan penggunaan bleeding vapor dari evaporator untuk peleburan gula akan membantu menghemat konsumsi steam.

 

Sebelum diproses kembali, leburan gula biasanya dilewatkan saringan (jenis dsm screen atau mesh screen) untuk memisahkan kristal gula dari larutan leburan gula (melt liquor). Larutan ini selanjutnya dikirim ke unit berikutnya untuk diproses menjadi produk.

 

Selamat bekerja, semoga tulisan ini membantu untuk mengoptimalkan kinerja pabrik gula kita. Salam sukses.

 

Ref.:
Rein, P., 2006, Cane Sugar Engineering, Verlag Dr.Albert Bartens KG, Berlin
Chou, C.C., 2000, Handbook of Sugar Refining, John Wiley and Sons, New York

 

The following two tabs change content below.

Daniyanto

Professional Staff Coordinator, Sugar Technologist at LPP Yogyakarta | Sugar Technology Division

Latest posts by Daniyanto (see all)

(komentar anda cermin pribadi anda, mari budayakan komentar dengan bahasa yang baik)
Untuk berdiskusi, tulis komentar dengan login di akun FB anda :

Categories

Web Stats


institutions and administrations